Showing posts with label Dunia Berita. Show all posts
Showing posts with label Dunia Berita. Show all posts

Friday, January 13, 2012

Anang-Ashanti Kembali Diperiksa Polda Metro Jaya

Anang-Ashanti, dan Tia Aristya kembali diperiksa Reskrim Polda Metro Jaya terkait masalah penipuan.

"Pemeriksaan di dalam seperti yang sudah diketahui, intinya kita mau cari jalan yang baik kita jadi masalah semua, kita korban sudah diindentifikasi ada 13 orang Yang selama ini sudah berani melapor atas nama Umi Rahmini," kata Anang Hermansyah seusai diperiksa.

"Dia dulu sering mengajak artis bikin perjalanan keluar negeri, tapi bukan show, hanya jalan-jalan artis ke LN. Akhirnya banyak terjadi hal-hal yang seperti di bicarakan," ujar mantan suami Krisdayanti ini.

Sementara Tia mengaku beli tiket untuk ke Beijing, tapi sampai saat ini belum ada tiketnya. "Masih banyak teman-temanku (hendak) ke Eropa, tapi sampai saat ini nggak ada realisasinya," kata Tia yang ditemui di tempat yang sama.

"Kedoknya jalan-jalan sama kita ke mana, sama stasiun tv. Ternyata mereka nggak sponsori," tambah Anang.

Read more »

Tuesday, January 10, 2012

Indonesia Berhasil Ciptakan Mobil Paling Irit Di Asia

Indonesia berhasil meciptakan mobil paling irit se-Asia. Hal ini dibuktikan ketika Institut Teknologi Surabaya mempertahankan gelarnya sebagai perancang mobil paling irit dalam Shell Eco-Marathon (SEM) Asia 2011 yang digelar di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia 7-9 Juli 2011.

Pada kategori Urban Concept, mobil “Sapu Angin 4″ buatan mahasiswa ITS berhasil mengumpulkan nilai efisiensi 149,8 kmpl (kilometer per liter) mengalahkan tujuh tim lainnya yang bersaing di kelas tersebut.

“Kuncinya ada pada peningkatan power pada mobil rancangan kami. Di samping itu, beban mobil juga kami buat seringan mungkin,” ujar manajer tim ITS 4, Eko Hardianto, yang ditemui Tempo setelah acara penerimaan hadiah, Sabtu, 9 Juli 2011.

Kemenangan tim ITS 4 dengan mobil Sapu Angin-nya kian lengkap setelah ditetapkan sebagai juara dalam kelas alternative-diesel fuel urban concept, karena menggunakan bahan bakar FAME (Fatty Acid Methyl Ester) atau biodiesel. “Kami menggunakan bahan bakar biodiesel karena lebih ramah lingkungan,” kata mahasiswa jurusan Teknik Mesin tersebut.

Indonesia mendominasi kelas Urban Concept setelah mobil Cikal Nusantara karya mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) mengukuhkan diri di tempat kedua dengan perolehan 116,7 kmpl. Sementara di tempat ketiga, tim ITS 3 dengan mobil Sapu Angin 3 melengkapi kemenangan Indonesia setelah membubuhkan 113 kmpl.

Sayang, pada kategori untuk kategori Futuristik (prototipe), mobil karya pelajar Indonesia masih tertinggal dari peserta negara lain. Di kategori mobil berbentuk kapsul luar angkasa ini, peserta asal Thailand, Luk Jao Mae Khlong Prapa, keluar sebagai juara setelah meraih 2.213 kmpl, sekaligus memecahkan rekor tahun lalu 1.522 kmpl yang dibuat tim asal Thailand lainnya, ATE 1.

Tim ITS 5 dengan mobil Sapu Angin 5 hanya berhasil mengumpulkan angka 353 kmpl dan berada di posisi 12. Disusul kemudian oleh tim Rakata dari Institut Teknologi Bandung yang meraih 244 kmpl di tempat ke-13.

Selain penilaian keiritan mobil di dua kategori tersebut, beberapa peserta asal Indonesia juga mendapat penghargaan dari panitia. Cikal Nusantara karya mahasiswa ITB meraih penghargaan pada kelas gasoline fuel award.

Sementara tim Semart 1 dari Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil memenangkan salah satu kategori bergengsi Technical Innovation Award. Dan tim Rakata dari ITB yang berhasil mendapatkan communication award.

Berikut spesifikasi dari 10 kendaraan hemat BBM ini

Kendaraan dari UI

1. Garuda Kesavha Evolution[/b]



Sasis: Semi monocoque
Bodi: fiberglass
panjang tinggi dan lebar: 273 cm, 80 cm dan 80 cm
wheelbase: 187 cm
berat tanpa pengemudi: 50 kg
rim: 14 inci
mesin: Suzuki Smash Titan 115 cc
Bahan bakar: bensin
Target di SEM: 1.000 km per liter


2. Kalabia (Nama diambil dari bahasa Papua yang artinya Hiu)



Sasis: Semi monocoque
Bodi: fiber/akrilik
panjang tinggi dan lebar: 248 cm,120 cm dan 123 cm
wheelbase: 148 cm
berat tanpa pengemudi: 120 kg
rim: 14 inci
mesin: Shogun 125 cc
Bahan bakar: bensin
Target di SEM: 500 km per liter



Kendaraan dari UGM

1. Semar Prototype




Sasis: Aluminium
Bodi: fiberglass
panjang tinggi dan lebar: 300 cm, 70 cm dan 110 cm
wheelbase: 160 cm
berat tanpa pengemudi: 50 kg
rim: 14 inci
mesin: 4 langkah, 1 silinder 90 derajat, 110 cc
Bahan bakar: bensin
Target di SEM: di atas 280 km per liter



2. Semar Urban



Sasis: Aluminium
Bodi: fiberglass
panjang tinggi dan lebar: 250 cm, 110 cm dan 125 cm
wheelbase: 137,5 cm
berat tanpa pengemudi: 100 kg
rim: 14 inci
mesin: 4 langkah, 1 silinder 100 cc
Bahan bakar: bensin
Target di SEM: 300 km per liter



Kendaraan dari ITB

1. Cikal Nusantara




Sasis: Aluminium
Bodi: serat karbon
panjang tinggi dan lebar: 250 cm, 110 cm dan 128 cm
wheelbase: 100 cm
berat tanpa pengemudi: 150 kg
rim: 16 inci
mesin: ICE 110 cc
Bahan bakar: bensin
Target di SEM: 100 km per liter



2. Rakata



Sasis: Full monocoque
Bodi: serat karbon
panjang tinggi dan lebar: 280 cm, 56 cm dan 77 cm
wheelbase: 104 cm
berat tanpa pengemudi: 60 kg
rim: 17 inci
mesin: 125 cc
Bahan bakar: etanol
Target di SEM: 600 km per liter



Kendaraan dari ITS

1. Sapu Angin 3



Sasis: Aluminium custom
Bodi: fiberglass/polyurethan foam
panjang tinggi dan lebar: 260 cm, 112 cm dan 125 cm
wheelbase: 150 cm
berat tanpa pengemudi: 90 kg
rim: 17 inci
mesin: Honda Revo 110 cc
Bahan bakar: bensin
Target di SEM: 300 km per liter

"Kami sudah memperbaiki dari sisi elektronik dan berat kendaraan, sehingga kami harapkan nanti kami mendapat angka yang lebih baik," ujar team Manager ITS Anditya Yudhistira.


2. Sapu Angin 4:



Sasis; aluminium
bodi: fiberglass/polyurethan foam
panjang tinggi dan lebar: 260 cm, 112 cm dan 125 cm
wheelbase: 150 cm
berat tanpa pengemudi: 90 kg
rim: 17 inci
mesin: Mesin diesel 210 cc
Bahan bakar: solar
Target di SEM: 300 km per liter

"Ini satu-satunya mobil dari tim Indonesia yang memakai bahan bakar solar. Kami sudah melakukan perbaikan dari kestabilan dan titik berat yang merata," ujar Team Manager Eko Hardianto.



3. Sapu Angin 5



Sasis: Aluminium
Bodi: fiberglass/polyurethane foam
panjang tinggi dan lebar: 280 cm, 60 cm dan 108 cm
wheelbase: 149 cm
berat tanpa pengemudi: 40 kg
rim: 21 inci
mesin: Mesin Paijo 90 cc yang dikembangkan sendiri oleh mahasiswa ITS
Bahan bakar: bensin
Target di SEM: 1.500 km per liter, di SEM 2010 mencapai 234 km per liter.

"Unit controlnya sudah diperbaiki dan masalah kestabilan dipecahkan dengan menambah turning radius," ujar Team Manager Rahmad Hidayat.


Kendaraan dari Politeknik Negeri Pontianak (Polnep)



Sasis: st42
Bodi: fiberglass
panjang tinggi dan lebar: 312 cm, 70 cm dan 108 cm
wheelbase: 203,5 cm
berat tanpa pengemudi: 42,4 kg
rim: 16 inci
mesin: SOHC 4 langkah 35 cc
Bahan bakar: bensin
Target di SEM: 1.500 km per liter




Dan kita boleh berharap bahwa penerapan BBM irit ini tidak cuma terbatas pada mobil konsep semata, namun dapat diterapkan pada kendaraan harian. Semoga!





sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?p=496537521#post496537521

Read more »

( Wow Mantap !!! ) NASA Ternyata Gunakan Teknologi Made In Indonesia




Ada Teknologi Indonesia Di sini


Tak dinyana. Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) pun memakai teknologi buatan Indonesia, Yaitu teknologi pemindai atau Electrical Capacitance Volume Tomography (ECVT) temuan anak bangsa. ECVT adalah satu-satunya teknologi yang mampu melakukan pemindaian dari dalam dinding ke luar dinding seperti pada pesawat ulang-alik. NASA mengembangkan sistem pemindai komponen dielektrik seperti embun yang menempel di dinding luar pesawat ulang-alik yang terbuat dari bahan keramik. Zat seperti itu bisa mengakibatkan kerusakan parah pada saat peluncuran karena perubahan suhu dan tekanan tinggi.



Adalah Warsito P. Taruno yang mengembangkan ECVT, bermula dari tugas akhir Warsito ketika menjadi mahasiswa S-1 di Fakultas Teknik Jurusan Teknik Kimia, Universitas Shizuoka, Jepang, tahun 1991. Ketika itu pria kelahiran Solo pada 1967 ini ingin membuat teknologi yang mampu “melihat” tembus dinding reaktor yang terbuat dari baja atau obyek yang opaque (tak tembus cahaya). Dia lantas melakukan riset di Laboratorium of Molecular Transport di bawah bimbingan Profesor Shigeo Uchida.



Tidak itu saja, Warsito melalui Ctech Labs (Center for Tomography Research Laboratory) Edwar Technology yang didirikannya telah memproduksi Robot bernama Sona CT x001, sebuah Robot yang dibekali dua lengan untuk memindai tabung gas. Alat ini sudah dipesan PT Citra Nusa Gemilang, pemasok tabung gas bagi bus Transjakarta. Perusahaan migas Petronas juga tertarik pada alat buatannya. Kini mereka masih dalam tahap negosiasi harga dengan perusahaan raksasa milik pemerintah Malaysia tersebut. Edwar Technology juga mendapat pesanan dari Departemen Energi Amerika Serikat. Nilai pesanan lumayan besar, denagn nilai US$ 1 juta atau sekitar Rp 10 miliar.




sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?p=496521627#post496521627

Read more »

Heboh! Inilah Cetak Biru Desain Pesawat Tempur Indonesia Yang Telah Bocor di Internet

Para penikmat dan pendukung kemajuan Indonesia tampaknya mulai tidak sabar melihat sebuah kejayaan yang nyata yang dapat ditunjukkan Indonesia, khususnya industri penerbangan. Bahkan beberapa desain pesawat tempur modern bermunculan di internet agar merangsang “insinyur-insinyur” tidut di PT. DI lebih giat merumuskan dan menelorkan karya-karya besar mereka kepada bangsa.



Srikandi Indonesia

Ini mungkin ada hubungannya ketika beberapa tahun lalu perusahaan pembuat pesawat Indonesia PT. DI (Dirgantara Indonesia) & PT. BAEC (Bandung Aerospace Engineering Centre), dikabarkan ingin membuat pesawat tempur yg akan digunakan oleh TNI AU, namun hingga saat ini kabar pembuatannya masih belum jelas.

Namun baru-baru ini secara mengejutkan sebuah model pesawat dengan logo TNI AU yg di beri nama Srikandi dan diyakini sebagai rencana proyek PT DI tersebut dilansir oleh sebuah blog. Benarkah ini cetak biru desain pesawat tempur Indonesia?. Mengapa blog tersbut sekarang ini sudah tidak ada lagi?

Lihat desain pesawat tempur yang menghebohkan itu :



Srikandi ini tampak sama besarnya dengan F-16C / D Fighting Falcon atau Iranian Shafaq, versi pesawat latihnya kemungkinan menggunakan mesin-13-300 R, mesin yang sama dipakai oleh MiG-21. Sedangkan versi militernya akan menggunakan mesin RD-133, sebuah mesin varian terbaru dari MiG 29.







Pesawat ini juga sudah dilengkapi peralatan dengan Fly By Optic system versi mutakhir. Seluruh jaringan kabel listrik diganti dengan serat optik, meningkatkan efisiensi dan menyederhanakan pemeliharaan serta lebih resistan akibat senjata elektromagnetik berbasis gelombang elektromagnetik.






sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=10176186

Read more »

( Mantaps !!! ) 21 Negara Telah Gunakan CN 235 untuk Operasi Militer Mereka



Ditengah krisis kepercayaan terhadap semua produk made-in Indonesia, ternyata banyak negara lain termasuk negara adidaya Amerika Serikat mempercayakan operasi militer mereka pada Pesawat Terbang CN 235. Tak kurang dari 21 negara di dunia yang sedah merasakan kehebatan pesawat Indonesia dan mengakui bahwa CN 235 merupakan pesawat terbaik di kelasnya.

Berikut operator militer yang menggunakan CN 235 :

Botswana Air Force
Tentera Udara Diraja Brunei (1)
Chilean Air Force
Colombian Air Force
Ecuadorian Air Force
French Air Force
Gabonese Air Force
Irish Air Corps (2 x CN235MP)
Tentera Udara Diraja Malaysia (8 x CN235-220)
Moroccan Air Force
Pakistan Air Force (4 x CN235-220)
Panama
Papua New Guinea
Royal Saudi Air Force
South African Air Force
South Korean Air Force (20)
Thai Air Force (10 dipesan dari IPTN/DI)
TNI AU
Turkish Air Force
UAE Navy
Amerika Serikat: U.S. Coast Guard sebagai HC-144A untuk program Medium Range Surveillance Maritime Patrol Aircraft (MRSMPA)





CN-235 adalah pesawat terbang hasil kerja sama antara IPTN atau Industri Pesawat Terbang Indonesia (sekarang PT.DI) dengan CASA dari Spanyol. Kerja sama kedua negara dimulai sejak tahun 1980 dan purwarupa milik Spanyol pertama kali terbang pada tanggal 11 November 1983, sedangkan purwarupa milik Indonesia terbang pertama kali pada tanggal 30 Desember 1983. Produksi di kedua negara di mulai pada tanggal Desember 1986. Varian pertama adalah CN-235 Series 10 dan varian peningkatan CN-235 Seri 100/110 yang menggunakan dua mesin General Electric CT7-9C berdaya 1750 shp bukan jenis CT7-7A berdaya 1700 shp pada model sebelumnya.

Semoga kepercayaan yang diberikan oleh negara lain dapat berimbas dengan lebih mencintai produk dalam negeri seperti yang selama ini digembar-gemborkan.





sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=10175479

Read more »

Pengkhianatan Bangsa di Balik Pembelian Pesawat MA-60



Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu akhirnya angkat bicara soal kisruh pembelian pesawat M-60 asal China oleh PT Merpati Nusantara Airlines (Persero). Mari sebagai salah satu pihak yang dianggap terlibat dalam negosiasi pembelian M-60 mengaku enggan berpolemik soal keterlibatan dirinya.

"Kita masih dalam suasana duka, tunggu saja sampai hasil investigasi. Jangan terlalu banyak polemik, sampai investigasi selesai," kata Mari saat ditemui di kantor menko perekonomian, Jl Lapangan Banteng, Rabu (11/5/2011)

Ia menegaskan apa yang terjadi pada pesawat M-60 Merpati buatan China yang jatuh adalah kecelakaan. Mari meminta semua pihak untuk menunggu hasil investigasi. "Pada saatnya semua akan bisa dijelaskan," tutup Mari tanpa bersedia menjelaskan soal keterlibatannya soal pengadaan pesawat dari China itu.



Seperti diketahui, pesawat M-60 milik Merpati jatuh di Teluk Kaimana, Papua pada Sabtu (7/5/2011) lalu. Tragedi itu melebar menjadi polemik soal asal muasal pembelian China yang diduga syarat dengan kepentingan.

Rencana pembelian pesawat asal China ini merupakan cerita lama yang cukup panjang dan alot negosiasinya. Rencana ini sudah digadang-gadang sejak tahun 2007. Ketika itu, Merpati berniat mendatangkan dua pesawat MA 60 dari Xian

Kemudian pada tahun 2009, Xian Aircraft Industry Company Ltd sebagai pabrikan pesawat yang mendapat pesanan 15 unit pesawat MA60 menggugat Merpati belum juga menyelesaikan masalah pembayaran pembelian pesawat. Nilai gugatan mencapai Rp 1 truliun.

Dari 15 unit pesanan, sudah 2 unit tiba ke Indonesia sementara 13 unit lainnya masih tertunda.



Kementerian BUMN mendorong Merpati melawan ancaman itu. Merpati mengaku tidak rela dipaksa menerima kontrak pembelian pesawat dari pabrikan China. Kontrak tersebut dinilai sangat bisa membuat Merpati bangkrut.

Kemudian pemerintah pun menunjuk Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu untuk melakukan lobi ke China. Negosiasi mencakup soal harga, jumlah, jaminan kualitas termasuk jaminan pembelian kembali.

Masalah negosiasi pembelian pesawat MA 60 semakin rumit ketika diwarnai langkah pemerintah China menahan pendanaan proyek listrik 10 ribu MW tahap pertama.

"China menahan pencarian dana untuk 10.000 MW tahap pertama karena semula Merpati mau beli pesawat dari perusahaan China tapi ternyata dibatalkan karena harga pesawat dinilai terlalu tinggi," kata Menteri ESDM yang waktu itu dijabat Purnomo Yusgiantoro di sela raker dengan Komisi VII di gedung DPR, Jakarta, Senin (23/2/2009) waktu itu.

Ketika itu, Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu mengaku tidak mengetahui secara jelas hubungan rencana pembelian pesawat Merpati dengan pendanaan 10.000 MW. Menurut Said, Merpati tidak mau dipaksa pemerintah menerima kontrak tersebut.

"Saya nggak tahu hubungannya dengan 10.000 MW. Intinya kita nggak rela dipaksa pemerintah terima kontrak itu, nantinya bisa bikin bangkrut," kata Said beberapa waktu lalu.

Kisruh semakin pelik. Masalah pembelian pesawat tak lagi menjadi business to business (B to B) tetapi jadi melibatkan pemerintah antara kedua negara (goverment to goverment/G to G).

Menteri Keuangan sekaligus Menko Perekonomian yang ketika itu dijabat Sri Mulyani pun langsung bertolak ke China untuk melakukan negosiasi.

Akhirnya, 15 pesawat MA 60 pabrikan Xian jadi didatangkan. Merpati berencana mendatangkan sekitar 22 pesawat hingga tahun 2010 untuk menambah armada perseroan. Sebanyak 15 pesawat dengan jenis MA60 didatangkan dari Xian Aircraft, sedangkan 7 sisanya berupa ATR 72 dari Perancis.

Catatan Kaki:

Seharusnya Sebagai warga Negara Indonesia Bangga dengan MEMAKAI produk dalam negeri dengan menggunakan PESAWAT BUATAN ANAK2 BANGSA YAITU PESAWAT CN-235 yang sudah jelas diakui oleh dunia Internasional Bahkan dipakai oleh banyak Militer di dunia internasional sebagai Pesawat Patroli Maritim, bahkan juga di pakai sebagai alat Transportasi. Dan Kenapa juga IPTN kala itu menawarkan malah secara terang-terangan di tolak mentah-mentah.

Dari Siaran TV One yang disiarkan secara Live beberapa waktu lalu dimana perbincangan khusus TV aone dengan Bapak JK di balik pembelian Pesawat M-60 yang paling bertanggung jawab pembelian pesawat itu adalah '' MENTERI PERDANGANGAN". Dari sumber TV one juga yg disiarkan secara Live dengan Pengamat BUMN Indonesia yang kala itu sedang berada di Malaysia juga mengindikasikan hal yang sama karena dia tau persis aroma Tidak hanaaya kolusi tetapi juga Markup.

Dalam Pembelian Pesawat saja bnayak yang jadi Penghianat-penghianat bangsa!!, apa lagi dalam menggarap perkebunan dan Pengelolaan Kekayaan Alam Indonesia ini tentu banyak sekali PENGHIANAT-PENGHIANAT BANGSA. MAKANYA INDONESIA ITU KAYA TETAPI KOK MASIH MISKIN jelas sekali aroma Penghianatan masihbnayk sekali di negeri ini hanya untuk KAKAYAAN PRIBADI DAN KRONI-KRONINYA.

INI SEBENARNYA LEBIH KEJAM DARI PADA TERORIST, KARENA TERORIST TIDAK BAKAL MAMPU MENGHANCURKAN NEGARA BAHKAN AKAN IKUT BERPERANG SEANDAINYA NEGARA DALAM KEADAAN BERPERANG MELAWAN MUSUH. TETAPI PENGHIANAT-PENGHIANAT BANGSA SEPERTI INI YANG BERSERAGAM DAN BERDASI JELAS-JELAS BISA MENGHANCURKAN INDONESIA DAN RAKYAT INDONESIA SECARA KESELURUHAN.Dalam keadaan merdeka saja bisa jadi PENGHIANAT apa lagi kalo nerperang. Maka wajar kalo masih Banyak Rakyat Indonesia yang merasa TERJAJAH oleh Bangsanya sendiri.



Simak saja Kenapa AUSTRALIA bisa menjadi Negara Penghasil sekaligus PENGEKSPORT terbesar di dunia URANIUM yang secara Geografis Austrlia tidak punya hasil tambang emas, tembaga dan Timah. Maka jadi Wajar kalo Rakyat Papua yang cerdas dan pemberani menolak (bhakan ada yang jadi pemberontak dalam istilah negara) PT. Freeport yang telah menguras secara membabi buta dilahan wilayah mereka. Ya benar secara Riel mereka telah Mencuri kekayaan alam merka karena Rakyatlah yang memiliki semua bukan Negara. Karena kalo dimiliki oleh Negara dengan Jelas banya diselewengkan dan disalahgunakan karena yang berkuasa selalu saja bermain Jabatannya dan Lupa Bahwa Pemilik langsung sebuah Negara Adalah Rakyat. Dan Pejabat itu hanyalah PEMBANTU atau BATURNYA RAKYAT jadi Janganlah merasa BANGA JADI PEJABAT KARENA HANYA BATUR, namanya saja BATUR ya harus dan wajib nurut sama RAKYATNYA. Karena tidak akan ada NEGARA YANG BERDAULAT kalo tidak Punya RAKYAT.




sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?p=495800118#post495800118

Read more »